Categories
Berita

FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa

MAKASSAR — Desa Timbuseng, Kabupaten Gowa, segera menjadi lokasi pertama lahirnya program Desa Piloting yang digagas Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Wilayah Sulawesi Selatan.

Program ini akan fokus pada penguatan peran perempuan, anak, hingga kelompok ibu hamil dalam membangun kualitas hidup masyarakat desa.

Sebagai langkah persiapan, FORHATI Sulsel menggelar rapat koordinasi pemantapan pada Minggu (24/8/2025) di Sekretariat KAHMI Sulsel, Nusa Cita Coffee and Eatery, Makassar.

Pertemuan ini dipimpin Koordinator Presidium, Suryanarni Sultan, S.KM., M.PH., bersama jajaran pengurus dan Dewan Pakar FORHATI, Marhamah Nadir, S.P., M.Si., PhD.

Suryanarni menjelaskan, lahirnya Desa Piloting ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya menghadirkan model intervensi yang berkelanjutan.

“Program ini adalah cikal bakal keterlibatan FORHATI secara nyata di tengah masyarakat. Kami berharap Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Gowa dapat bersinergi dengan kami dalam pelaksanaannya,” tutur Suryanarni.

Program Desa Piloting dijadwalkan dimulai 27 September 2025, dengan fokus awal di Dusun Bollangi, sebuah wilayah yang dilalui wisatawan menuju destinasi Cimory Land Gowa.

Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat FORHATI Sulsel, drg. Ernawati Naharuddin, menambahkan bahwa program ini sudah melalui tahap Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan persoalan utama di desa.

“Sasaran utama kami adalah remaja, pelajar, dan ibu hamil. Setelah identifikasi masalah dilakukan, kini saatnya masuk pada rencana aksi yang lebih konkret,” jelas Ernawati.

FORHATI Sulsel optimistis Desa Piloting di Timbuseng akan menjadi model awal yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. (*)