Categories
Berita

FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan

SELAYAR – Pengurus Majelis Daerah Forum HMI Wati (FORHATI) Kabupaten Kepulauan Selayar masa bakti 2025–2030 resmi dilantik oleh Koordinator Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Hadriana Hanafie, S.E., M.M., Sabtu (1/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan keluarga, literasi keuangan, dan pengembangan usaha mikro.

Prosesi pelantikan berlangsung bersamaan dengan pelantikan Pengurus Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Kepulauan Selayar yang dipimpin Muhammad Arsyad, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH., oleh Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M.

Pelantikan FORHATI Selayar

Kepengurusan FORHATI Kepulauan Selayar periode 2025–2030 dipimpin oleh Hj. Rosmiati, S.Si., M.Si. Pelantikan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang juga diisi dengan pelantikan Koperasi Insan Cita, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan talkshow tematik.

Dalam sambutannya, Hadriana Hanafie menekankan bahwa FORHATI tidak hanya berperan sebagai wadah silaturahmi alumni HMI perempuan, tetapi juga harus menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat, terutama kaum perempuan.

“Kami berharap di Selayar ada penguatan literasi keuangan rumah tangga untuk ibu-ibu dan bagaimana UMKM dimanfaatkan karena Selayar memiliki potensi ekonomi biru dan ekonomi hijau,” ujar Hadriana.

Menurutnya, potensi sumber daya alam Kepulauan Selayar perlu didukung dengan peningkatan kapasitas perempuan agar mampu mengembangkan usaha keluarga yang berdaya saing sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Pelantikan FORHATI Selayar

Kegiatan pelantikan dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali. Dalam sambutannya, ia menyatakan pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan KAHMI dan FORHATI sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

“Hari ini yang dilantik bukan sekadar kepengurusan, tetapi amanah sejarah. KAHMI bukan organisasi nostalgia, melainkan tempat berkumpulnya orang-orang yang telah selesai diuji di ruang kelas lalu diuji kembali oleh kehidupan,” ujar Natsir Ali.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus MD FORHATI Kepulauan Selayar oleh Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Sri Wulandani Thamrin, S.IP., M.Hum., disusul pembacaan SK Pengurus MD KAHMI oleh Sekretaris Umum MW KAHMI Sulawesi Selatan, Hidayah Muhallim, S.IP., M.A.

Selain pelantikan, FORHATI turut berkontribusi dalam sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber. Dewan Pakar FORHATI Sulawesi Selatan, Dr. Rosnaini Daga, S.E., M.M., CPHCM., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Selayar.

“Melalui talkshow ini saya menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Selayar,” kata Rosnaini.

Diskusi pasca Pelantikan MD KAHMI Selayar

Talkshow juga menghadirkan Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., M.H., Dr. H. Nur Aswar Badulu, S.Ag., M.Si., Zul Janwar, S.Kel., M.Si., serta H. Muh. Yakub, S.I.Kom., yang membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Rapat Kerja MD KAHMI dan FORHATI Kepulauan Selayar yang menetapkan program kerja lima tahun ke depan.

Melalui momentum tersebut, FORHATI Kepulauan Selayar di bawah kepemimpinan Hj. Rosmiati berkomitmen memperkuat kiprah perempuan dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penguatan keluarga, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah guna menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Categories
Berita

Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital

WAJO – Koordinator Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Hadriana Hanafie, S.E., M.M., mendorong KOHATI untuk melakukan rekonstruksi paradigma kaderisasi agar mampu menjawab tantangan dan dinamika perkembangan era digital.

Gagasan tersebut disampaikan Hadriana saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Khusus KOHATI (LKK) Tingkat Nasional yang diselenggarakan KOHATI HMI Cabang Wajo di Aula PGRI Sengkang, Kabupaten Wajo, Minggu (5/7/2026).

Dalam sesi bertema “Perspektif KOHATI sebagai Kontributor Pembaharuan“, Hadriana menekankan bahwa kaderisasi tidak cukup hanya mempertahankan pola-pola konvensional.

Menurutnya, proses pembinaan kader harus terus bertransformasi agar mampu melahirkan perempuan-perempuan yang adaptif, inovatif, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital

Salah satu pokok bahasan yang menjadi penekanan dalam materinya adalah pentingnya rekonstruksi paradigma Latihan Khusus KOHATI (LKK) menuju era digital.

Transformasi tersebut, kata dia, bukan sekadar memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, melainkan juga membangun pola pikir baru yang lebih terbuka terhadap perubahan, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.

“KOHATI harus mampu menjadi kontributor pembaharuan. Karena itu, kaderisasi perlu terus diperkuat dengan paradigma yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi,” ujarnya.

Hadriana menjelaskan, tantangan yang dihadapi kader perempuan saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga derasnya arus komunikasi digital.

Kondisi tersebut menuntut kader KOHATI memiliki literasi digital yang baik, kemampuan berpikir kritis, serta integritas yang kuat agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.

Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi ruang untuk membentuk karakter kepemimpinan yang visioner sekaligus membekali kader dengan kemampuan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Ia berharap melalui penguatan paradigma kaderisasi, KOHATI dapat terus melahirkan kader perempuan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Hadriana didampingi Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Sri Wulandani Thamrin, S.IP., M.Hum., serta Presidium FORHATI Daerah Kabupaten Wajo, Risna Haris, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran jajaran FORHATI Sulawesi Selatan menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi KOHATI sebagai salah satu pilar pembinaan kader perempuan di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

LKK Tingkat Nasional KOHATI HMI Cabang Wajo menjadi ajang penguatan kapasitas kader dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader perempuan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi motor pembaharuan di tengah kehidupan bermasyarakat. (*)

Categories
Berita

FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa

MAKASSAR — Desa Timbuseng, Kabupaten Gowa, segera menjadi lokasi pertama lahirnya program Desa Piloting yang digagas Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Wilayah Sulawesi Selatan.

Program ini akan fokus pada penguatan peran perempuan, anak, hingga kelompok ibu hamil dalam membangun kualitas hidup masyarakat desa.

Sebagai langkah persiapan, FORHATI Sulsel menggelar rapat koordinasi pemantapan pada Minggu (24/8/2025) di Sekretariat KAHMI Sulsel, Nusa Cita Coffee and Eatery, Makassar.

Pertemuan ini dipimpin Koordinator Presidium, Suryanarni Sultan, S.KM., M.PH., bersama jajaran pengurus dan Dewan Pakar FORHATI, Marhamah Nadir, S.P., M.Si., PhD.

Suryanarni menjelaskan, lahirnya Desa Piloting ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya menghadirkan model intervensi yang berkelanjutan.

“Program ini adalah cikal bakal keterlibatan FORHATI secara nyata di tengah masyarakat. Kami berharap Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Gowa dapat bersinergi dengan kami dalam pelaksanaannya,” tutur Suryanarni.

Program Desa Piloting dijadwalkan dimulai 27 September 2025, dengan fokus awal di Dusun Bollangi, sebuah wilayah yang dilalui wisatawan menuju destinasi Cimory Land Gowa.

Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat FORHATI Sulsel, drg. Ernawati Naharuddin, menambahkan bahwa program ini sudah melalui tahap Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan persoalan utama di desa.

“Sasaran utama kami adalah remaja, pelajar, dan ibu hamil. Setelah identifikasi masalah dilakukan, kini saatnya masuk pada rencana aksi yang lebih konkret,” jelas Ernawati.

FORHATI Sulsel optimistis Desa Piloting di Timbuseng akan menjadi model awal yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. (*)

Categories
Berita

Suryanarni Sultan Ditetapkan Sebagai Koordinator MW FORHATI Sulsel Tahun Ketiga Periode 2022–2027

Makassar — Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sulawesi Selatan menetapkan Suryanarni Sultan, S.KM., M.PH sebagai Koordinator Presidium untuk tahun ketiga masa kepengurusan periode 2022–2027.

Penetapan ini dilakukan dalam rapat pleno yang berlangsung Selasa malam, 8 April 2025 di kediaman Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, M.Pd.I — Koordinator Presidium tahun kedua — sekaligus menjadi ajang silaturahmi pasca Idulfitri.

Acara dimulai pukul 21.30 WITA dan berlangsung hingga 23.30 WITA, dengan dihadiri secara quorum oleh presidium, sekretaris umum, bendahara umum, serta sejumlah ketua bidang FORHATI Sulsel.

Presidium MW Forhati Sulsel

Penetapan Suryanarni Sultan, yang akrab disapa Narni, menandai estafet kepemimpinan di tubuh organisasi perempuan alumni HMI tersebut.

Narni merupakan alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada.

Dalam sambutannya usai penetapan, Narni menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pendahulunya serta seluruh jajaran pengurus. Ia juga mengajak seluruh elemen di FORHATI untuk terus bersinergi dalam menggerakkan roda organisasi.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Kakanda Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng atas dedikasinya selama ini. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh tim pakar, presidium, dan pengurus FORHATI agar kita dapat terus menjaga keberlanjutan gerakan ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah organisasi yang kita cintai ini. Jayalah FORHATI, Yakin Usaha Sampai,” ujarnya penuh harap.

Sementara itu, Dr. Nur Syamsiah menyampaikan kesyukuran atas selesainya masa tugasnya sebagai koordinator presidium. Ia berharap tongkat estafet ini membawa FORHATI Sulsel pada capaian yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

“Alhamdulillah, tugas saya sebagai koordinator presidium telah rampung. Semoga menjadi berkah untuk FORHATI dan seluruh pengurus,” tuturnya.

Sebagai penutup, rapat pleno ditandai dengan penandatanganan Berita Acara oleh para presidium: Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, dr. Hj. Rumaisah Hasan, Sp.K.F.R., N.M. (K)., FEMG., AIFO-K, Suryanarni Sultan, SKM, MPH, dan Hadriana Hanafi, S.E., M.M.

Penandatanganan juga dilakukan oleh Sekretaris Umum A. Sri Wulandani T, S.IP., M.Hum, serta Bendahara Umum Dr. dr. Hj. Syahruni Syahrir, S.POG, Subs. Obginsos. (*)

Categories
Berita

Eratkan Silaturahmi, Pengurus FORHATI Sulsel Hadiri Buka Puasa KAHMI dan Forhati Makassar

Makassar – Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) FORHATI Sulawesi Selatan, Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng menghadiri acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan MD KAHMI dan Forhati Kota Makassar di Hotel Claro, Selasa (18/3/2025).

Bukber KAHMI Makassar 1446

Nur Syamsiah hadir bersama Sekretaris MW FORHATI Sulsel, Andi Sri Wulandani dan sejumlah pengurus lainnya untuk merekatkan silaturahmi sesama keluarga besar KAHMI dan Forhati di daerah ini, terutama di bulan suci Ramadan.

Sekum FORHATI Sulsel, Andi Sri Wulandani bersama aktifis FORHATI lainnya.
Sekum FORHATI Sulsel, Andi Sri Wulandani bersama aktifis FORHATI lainnya.

Ratusan hadirin meramaikan acara rutin yang dihelat KAHMI dan Forhati Kota Makassar. Mereka terdiri dari para pengurus KAHMI dan Forhati, juga dari unsur Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang dan Badko Sulsel.

Acara ditutup dengan melaksanakan shalat tarawih berjamaah yang diawali dengan tauziah ekonomi Islam oleh salah satu Ketua MD KAHMI Makassar, Prof Dr Mashur Razak. (*)

Categories
Berita

Forhati Sulsel Perkuat Gerakan Perempuan, Fokus pada Isu Stunting dan Hak Perempuan

Makassar – Forum Alumni Kohati (Forhati) Sulawesi Selatan semakin memperkuat perannya dalam mendukung gerakan perempuan di daerah ini.

Selain berkomitmen dalam upaya menekan angka stunting, Forhati Sulsel juga menyoroti berbagai isu strategis yang dihadapi perempuan, seperti pelecehan seksual, perdagangan manusia, dan ketidakadilan dalam dunia kerja.

Wakil Sekretaris Forhati Sulsel, Muliaty Mastura Yusuf, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Pulau Laelae pada Ahad (29/9/2024), menekankan bahwa Forhati memiliki peran strategis dalam membangun jejaring dengan berbagai organisasi perempuan. Menurutnya, sinergi ini diperlukan untuk memperkuat eksistensi dan dampak dari gerakan perempuan di Sulawesi Selatan.

“Forhati Sulsel harus lebih aktif dalam membangun jaringan dengan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan agar bisa memperjuangkan hak-hak mereka secara lebih luas dan berkesinambungan,” ujarnya.

Fokus pada Stunting dan Isu Sosial Perempuan

Ketua Forhati Sulsel, dr. Hj Rumaisyah Hasan, juga menegaskan bahwa organisasi ini memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kesehatan, khususnya stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Forhati Sulsel ingin memberikan kontribusi nyata dengan mengintegrasikan berbagai isu yang menjadi penyebab stunting sebagai bentuk intervensi yang efektif dalam mengatasi permasalahan ini,” ungkapnya.

Selain itu, Forhati Sulsel juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perempuan, termasuk maraknya kasus pelecehan seksual dan perdagangan manusia.

Muliaty Mastura Yusuf menegaskan bahwa banyak perempuan yang menjadi korban eksploitasi akibat janji pekerjaan yang tidak sesuai, serta masih adanya perusahaan yang tidak sepenuhnya menerapkan hak cuti melahirkan.

“Forhati Sulsel ingin turut serta dalam advokasi kebijakan yang melindungi perempuan, agar mereka memiliki akses yang lebih baik dalam dunia kerja dan kehidupan sosial,” tambahnya.

Rapat Kerja dan Strategi ke Depan

Setelah prosesi pelantikan, Forhati Sulsel langsung menggelar rapat kerja perdana. Dalam agenda ini, masing-masing ketua bidang memaparkan program kerja yang akan menjadi fokus organisasi ke depan.

Rapat ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret dalam merealisasikan visi dan misi Forhati Sulsel, khususnya dalam sektor kesehatan dan pemberdayaan perempuan.

Dengan kepengurusan yang baru terbentuk, Forhati Sulsel optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam menanggulangi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi di wilayah tersebut. Muliaty juga menekankan pentingnya peran media dalam mendukung perjuangan perempuan.

“Media memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi dan membangun kesadaran publik. Dengan bantuan media, gerakan perempuan dapat lebih luas jangkauannya dan memberikan dampak perubahan yang lebih kuat,” jelasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan advokasi yang lebih kuat, Forhati Sulsel diharapkan bisa menjadi pionir dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta mengatasi permasalahan sosial yang ada di Sulawesi Selatan. (*)

Categories
Berita

Forhati Sulsel Gelar Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini, Beri Penghargaan untuk Tokoh Perempuan

Makassar – Forum Alumni Kohati (Forhati) Sulawesi Selatan menggelar acara Halal Bihalal di Sultan Alauddin Hotel & Convention pada Minggu, 21 April 2024.

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi pasca-Lebaran sekaligus peringatan Hari Kartini, yang mengangkat tema Aksi Nyata Perempuan Inspiratif.

Koordinator Presidium Forhati Sulsel, Dr. Nursyamsiah Yunus Tekeng, menegaskan bahwa acara ini bertujuan mempererat hubungan antaranggota serta memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor.

“Halal bihalal ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi peran perempuan dalam masyarakat sesuai dengan semangat perjuangan Kartini,” ujarnya.

Tausiyah dan Refleksi Makna Cinta

Acara ini turut diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Aisyah Kara, M.H, Ph.D. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa cinta dan kasih sayang adalah fondasi utama dalam menjalankan kehidupan dengan baik.

“Cinta melahirkan rasa saling menghormati dan saling menghargai, yang menjadi dasar dalam membangun hubungan yang harmonis,” ungkapnya.

Sambutan dari Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel disampaikan oleh Ir. Bahtiar Manadjeng, S.P., yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen untuk mendukung peran perempuan dalam pembangunan sosial.

Penghargaan untuk Tokoh Perempuan Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi bagi Forhati, dua tokoh perempuan, Prof. Dr. Aisyah Kara, M.H, Ph.D., dan Dra. Hj. Rachmatiah Rasyid Mubyl, M.Pd., menerima penghargaan dari pengurus Forhati Sulsel.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kiprah mereka dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan membangun jaringan sosial yang kuat di Sulawesi Selatan.

Dengan adanya kegiatan ini, Forhati Sulsel semakin meneguhkan komitmennya dalam menginspirasi dan mendorong perempuan untuk terus berkontribusi dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.

Categories
Berita

Gantikan dr Rumaisah Hasan, Nur Syamsiah Ditetapkan sebagai Koordinator Presidium Forhati Sulsel

Makassar – Nur Syamsiah resmi ditetapkan sebagai Koordinator Presidium Forum Alumni Kohati (Forhati) Sulawesi Selatan menggantikan dr. Hj. Rumaisah Hasan, Sp (KFR), N.M (K), FEMG, AIFO (K).

Pergantian kepemimpinan ini diputuskan dalam rapat pleno yang digelar pada 6 April 2024 dan dihadiri oleh seluruh presidium Forhati Sulsel periode 2022-2027.

“Alhamdulillah, pada tanggal 6 April 2024, kami presidium Forhati Sulsel telah mengadakan rapat pleno lengkap yang dihadiri oleh seluruh presidium. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah menetapkan Koordinator Presidium MW Forhati Sulsel tahun kedua,” ujar dr. Hj. Rumaisah Hasan, Minggu (7/4).

Proses Pergantian Koordinator Presidium

Rapat pleno ini bertujuan untuk membahas agenda organisasi, termasuk pergantian koordinator presidium yang seharusnya dilakukan sejak Oktober 2023.

Namun, pada awalnya sempat muncul wacana untuk mengubah sistem kepemimpinan menjadi presidensial dengan satu koordinator tetap. Setelah melalui diskusi, akhirnya diputuskan bahwa pergantian akan tetap dilakukan secara berkala sesuai kesepakatan awal.

“Alhamdulillah, kami telah sepakat untuk melakukan pergantian koordinator presidium secara berkala. Untuk tahun kedua ini, Kakanda Dr. Nursyamsiah telah ditetapkan sebagai Koordinator Presidium hingga Oktober 2024,” jelasnya.

Membangun Forhati Sulsel yang Lebih Modern dan Kontributif

Dr. Nursyamsiah akan menjalankan tugasnya sebagai koordinator presidium hingga pergantian berikutnya pada Oktober 2024. Ia diharapkan dapat melanjutkan berbagai program kerja yang telah dirancang sebelumnya serta memperkuat kontribusi Forhati Sulsel bagi masyarakat.

“Mari kita dukung kepemimpinan Kakanda Dr. Nursyamsiah untuk bersama-sama mengawal organisasi ini agar semakin kuat, lebih efektif, lebih modern, dan lebih bermanfaat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya program-program organisasi yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, Forhati Sulsel dapat terus menjadi organisasi yang modern, kontributif, dan solutif.

“Kita harus terus memperbarui diri dan mempertahankan nilai-nilai keislaman serta intelektualitas. Sebagai organisasi Islam dan alumni HMI Wati, kita harus tetap menjunjung tradisi akademik yang kuat,” pungkasnya.

Categories
Berita

MW Forhati Sulsel Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Koordinasi Program Kerja dan Aksi Sosial

Makassar – Majelis Wilayah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Sulawesi Selatan menggelar acara Halal Bi Halal di Sekretariat Bersama MW Forhati-KAHMI Sulsel pada Jumat (26/5/2023).

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi program kerja dan aksi sosial.

Acara yang berlangsung dari pukul 15.00 WITA hingga 20.00 WITA ini diisi dengan tausiah oleh Koordinator Presidium MW Forhati, dr. Hj. Rumaisah Hasan, Sp (KFR), NM (K), AIFO (K), serta Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, M.Pd.I, selaku Presidium MW Forhati Sulsel.

Dalam tausiahnya, dr. Hj. Rumaisah Hasan menyampaikan beberapa program kerja yang akan menjadi fokus dalam satu semester ke depan.

Penggalangan Donasi dan Sinergi dengan HMI Badko Sulselbar

Selain tausiah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penggalangan donasi bagi keluarga anak korban perundungan yang turut hadir dalam acara. Aksi ini menunjukkan komitmen Forhati Sulsel dalam mendukung dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Turut hadir dalam acara ini beberapa peserta Latihan Kader (LK) III HMI Badko Sulselbar yang baru saja menyelesaikan kegiatan outbound di Malino.

MW Forhati Sulsel memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi serta meminta masukan dari Pengurus HMI Badko Sulselbar, khususnya Ketua Umum HMI Badko dan Ketua Kohati Badko Sulselbar, guna memperkuat sinergi antara organisasi.

Refleksi Perjalanan Kohati Badko Sulselbar

Dalam sambutannya, dr. Hj. Rumaisah Hasan menegaskan bahwa tidak semua kegiatan harus berlangsung dalam suasana riuh dan penuh euforia. “Kegiatan hari ini kita namakan Halal Bi Halal. Hadir bersama kita para presidium, sekum, bendum, kabid perempuan KAHMI, kabid MW Forhati, serta para pengurus,” ungkapnya.

Acara ini juga menjadi ajang perkenalan mantan Ketua Umum Kohati Badko Sulselbar dari berbagai periode kepada peserta LK III HMI Badko. Para tokoh yang diperkenalkan antara lain Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng (Mantan Ketua Umum Kohati Badko Indonesia Timur), dr. Hj. Rumaisah Hasan (Mantan Ketua Umum Kohati Badko Sulawesi dan Maluku Irian Jaya), serta Jusmiati Lestari (Mantan Ketua Umum Kohati Badko Sulawesi).

Dengan terlaksananya Halal Bi Halal ini, MW Forhati Sulsel berharap dapat memperkuat solidaritas, koordinasi program kerja, serta meningkatkan aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Categories
Berita

MW KAHMI Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Penyerahan Paket Sembako

Makassar – Pengurus Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Selatan mengadakan buka puasa bersama di Sekretariat MW KAHMI Sulsel, Jl. Boulevard Kompleks Nusa Indah Blok D 1, pada Sabtu (8/4/2023).

Acara ini bertujuan untuk mempererat sinergitas antara pengurus KAHMI dan FORHATI.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Majelis Nasional (MN) KAHMI, Sabaruddin, serta Koordinator Presidium FORHATI Nasional, Cut Emma Mutia Ratna Dewi.

Pada kesempatan tersebut, Cut Emma menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada salah satu penerima manfaat. Penyerahan ini dilakukan bersama Koordinator Presidium MW FORHATI Sulsel, dr. Hj. Rumaisah Hasan.

Dalam sambutannya, Cut Emma menyampaikan bahwa Makassar menjadi titik kedua dalam rangkaian penyerahan bantuan sembako yang merupakan program FORHATI Nasional.

“Kami akan menindaklanjuti arahan Koordinator Presidium Nasional, Cut Emma, untuk menyerahkan paket bantuan sembako kepada sasaran yang tepat,” ujar dr. Hj. Rumaisah Hasan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Presidium MW KAHMI Sulsel, Bahtiar Manadjeng, Sekretaris Umum Hidayah Muhallim, serta jajaran pengurus harian KAHMI. Dari FORHATI, tampak hadir para presidium seperti Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, Suryanarni Sultan, Andi Syahruni Aryanti, serta Sekretaris Umum Andi Sri Wulandani.

Selain itu, Ketua-Ketua MD KAHMI dan FORHATI, serta pengurus HMI dan KOHATI dari tingkat cabang dan Badko turut meramaikan acara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tausiah Ramadan disampaikan oleh Dr. Baharuddin Hafid, dan acara ditutup dengan salat Tarawih berjamaah.