Categories
Berita

Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital

WAJO – Koordinator Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Hadriana Hanafie, S.E., M.M., mendorong KOHATI untuk melakukan rekonstruksi paradigma kaderisasi agar mampu menjawab tantangan dan dinamika perkembangan era digital.

Gagasan tersebut disampaikan Hadriana saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Khusus KOHATI (LKK) Tingkat Nasional yang diselenggarakan KOHATI HMI Cabang Wajo di Aula PGRI Sengkang, Kabupaten Wajo, Minggu (5/7/2026).

Dalam sesi bertema “Perspektif KOHATI sebagai Kontributor Pembaharuan“, Hadriana menekankan bahwa kaderisasi tidak cukup hanya mempertahankan pola-pola konvensional.

Menurutnya, proses pembinaan kader harus terus bertransformasi agar mampu melahirkan perempuan-perempuan yang adaptif, inovatif, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital

Salah satu pokok bahasan yang menjadi penekanan dalam materinya adalah pentingnya rekonstruksi paradigma Latihan Khusus KOHATI (LKK) menuju era digital.

Transformasi tersebut, kata dia, bukan sekadar memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, melainkan juga membangun pola pikir baru yang lebih terbuka terhadap perubahan, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.

“KOHATI harus mampu menjadi kontributor pembaharuan. Karena itu, kaderisasi perlu terus diperkuat dengan paradigma yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi,” ujarnya.

Hadriana menjelaskan, tantangan yang dihadapi kader perempuan saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga derasnya arus komunikasi digital.

Kondisi tersebut menuntut kader KOHATI memiliki literasi digital yang baik, kemampuan berpikir kritis, serta integritas yang kuat agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.

Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi ruang untuk membentuk karakter kepemimpinan yang visioner sekaligus membekali kader dengan kemampuan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Ia berharap melalui penguatan paradigma kaderisasi, KOHATI dapat terus melahirkan kader perempuan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Hadriana didampingi Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Sri Wulandani Thamrin, S.IP., M.Hum., serta Presidium FORHATI Daerah Kabupaten Wajo, Risna Haris, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran jajaran FORHATI Sulawesi Selatan menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi KOHATI sebagai salah satu pilar pembinaan kader perempuan di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

LKK Tingkat Nasional KOHATI HMI Cabang Wajo menjadi ajang penguatan kapasitas kader dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader perempuan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi motor pembaharuan di tengah kehidupan bermasyarakat. (*)