Categories
Berita

FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan

SELAYAR – Pengurus Majelis Daerah Forum HMI Wati (FORHATI) Kabupaten Kepulauan Selayar masa bakti 2025–2030 resmi dilantik oleh Koordinator Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Hadriana Hanafie, S.E., M.M., Sabtu (1/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan keluarga, literasi keuangan, dan pengembangan usaha mikro.

Prosesi pelantikan berlangsung bersamaan dengan pelantikan Pengurus Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Kepulauan Selayar yang dipimpin Muhammad Arsyad, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH., oleh Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M.

Pelantikan FORHATI Selayar

Kepengurusan FORHATI Kepulauan Selayar periode 2025–2030 dipimpin oleh Hj. Rosmiati, S.Si., M.Si. Pelantikan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang juga diisi dengan pelantikan Koperasi Insan Cita, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan talkshow tematik.

Dalam sambutannya, Hadriana Hanafie menekankan bahwa FORHATI tidak hanya berperan sebagai wadah silaturahmi alumni HMI perempuan, tetapi juga harus menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat, terutama kaum perempuan.

“Kami berharap di Selayar ada penguatan literasi keuangan rumah tangga untuk ibu-ibu dan bagaimana UMKM dimanfaatkan karena Selayar memiliki potensi ekonomi biru dan ekonomi hijau,” ujar Hadriana.

Menurutnya, potensi sumber daya alam Kepulauan Selayar perlu didukung dengan peningkatan kapasitas perempuan agar mampu mengembangkan usaha keluarga yang berdaya saing sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Pelantikan FORHATI Selayar

Kegiatan pelantikan dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali. Dalam sambutannya, ia menyatakan pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan KAHMI dan FORHATI sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

“Hari ini yang dilantik bukan sekadar kepengurusan, tetapi amanah sejarah. KAHMI bukan organisasi nostalgia, melainkan tempat berkumpulnya orang-orang yang telah selesai diuji di ruang kelas lalu diuji kembali oleh kehidupan,” ujar Natsir Ali.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus MD FORHATI Kepulauan Selayar oleh Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Sri Wulandani Thamrin, S.IP., M.Hum., disusul pembacaan SK Pengurus MD KAHMI oleh Sekretaris Umum MW KAHMI Sulawesi Selatan, Hidayah Muhallim, S.IP., M.A.

Selain pelantikan, FORHATI turut berkontribusi dalam sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber. Dewan Pakar FORHATI Sulawesi Selatan, Dr. Rosnaini Daga, S.E., M.M., CPHCM., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Selayar.

“Melalui talkshow ini saya menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Selayar,” kata Rosnaini.

Diskusi pasca Pelantikan MD KAHMI Selayar

Talkshow juga menghadirkan Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., M.H., Dr. H. Nur Aswar Badulu, S.Ag., M.Si., Zul Janwar, S.Kel., M.Si., serta H. Muh. Yakub, S.I.Kom., yang membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Rapat Kerja MD KAHMI dan FORHATI Kepulauan Selayar yang menetapkan program kerja lima tahun ke depan.

Melalui momentum tersebut, FORHATI Kepulauan Selayar di bawah kepemimpinan Hj. Rosmiati berkomitmen memperkuat kiprah perempuan dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penguatan keluarga, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah guna menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Categories
Berita

Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital

WAJO – Koordinator Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Hadriana Hanafie, S.E., M.M., mendorong KOHATI untuk melakukan rekonstruksi paradigma kaderisasi agar mampu menjawab tantangan dan dinamika perkembangan era digital.

Gagasan tersebut disampaikan Hadriana saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Khusus KOHATI (LKK) Tingkat Nasional yang diselenggarakan KOHATI HMI Cabang Wajo di Aula PGRI Sengkang, Kabupaten Wajo, Minggu (5/7/2026).

Dalam sesi bertema “Perspektif KOHATI sebagai Kontributor Pembaharuan“, Hadriana menekankan bahwa kaderisasi tidak cukup hanya mempertahankan pola-pola konvensional.

Menurutnya, proses pembinaan kader harus terus bertransformasi agar mampu melahirkan perempuan-perempuan yang adaptif, inovatif, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital

Salah satu pokok bahasan yang menjadi penekanan dalam materinya adalah pentingnya rekonstruksi paradigma Latihan Khusus KOHATI (LKK) menuju era digital.

Transformasi tersebut, kata dia, bukan sekadar memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, melainkan juga membangun pola pikir baru yang lebih terbuka terhadap perubahan, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.

“KOHATI harus mampu menjadi kontributor pembaharuan. Karena itu, kaderisasi perlu terus diperkuat dengan paradigma yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi,” ujarnya.

Hadriana menjelaskan, tantangan yang dihadapi kader perempuan saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga derasnya arus komunikasi digital.

Kondisi tersebut menuntut kader KOHATI memiliki literasi digital yang baik, kemampuan berpikir kritis, serta integritas yang kuat agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.

Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi ruang untuk membentuk karakter kepemimpinan yang visioner sekaligus membekali kader dengan kemampuan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Ia berharap melalui penguatan paradigma kaderisasi, KOHATI dapat terus melahirkan kader perempuan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Hadriana didampingi Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Sri Wulandani Thamrin, S.IP., M.Hum., serta Presidium FORHATI Daerah Kabupaten Wajo, Risna Haris, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran jajaran FORHATI Sulawesi Selatan menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi KOHATI sebagai salah satu pilar pembinaan kader perempuan di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

LKK Tingkat Nasional KOHATI HMI Cabang Wajo menjadi ajang penguatan kapasitas kader dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader perempuan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi motor pembaharuan di tengah kehidupan bermasyarakat. (*)